Renovasi Facade Rumah
Kali ini saya mendapat kesempatan untuk merenovasi façade rumah yang hampir jadi. Saat pertama datang dirumah ini saya cukup kagum dengan desainnya, permainan atap tropis yang berlapis, desain yang tidak monoton. Rumah ini didesain sendiri oleh pemilik dengan referensi dari majalah, beliau menginginkan model minimalis yang sedang tren, syukurnya masih memasukan unsur tropis. Beliau tidak hanya menginginkan rumahnya indah tapi juga enak untuk didiami.

Dari keadaan eksisting itu beliau meminta kami memoles façade (muka bangunan), dengan gaya minimalis dan dengan seminimal mungkin mengubah keadaan awalnya agar lebih hemat

Pada bagian kiri, terdapat dinding kosong yang cukup luas, dengan jarak mundur dari dinding di sebelahnya. Kami memainkan garis vertikal sedikit menonjol pada bidang ini dan memberikan warna yang cerah sebagai eyes catching
Sedangkan untuk bidang paling dekat dengan jalan kami memainkan tonjolan dinding dengan finishing beton sisir secara horizontal. Hal ini agar menguatkan skala manusiawi dengan para penguna jalan sehingga rumah ini tidak “sombong” dengan lingkungannya. Dan garis-garis dengan warna cerah sebagai unity rumah secara keseluruhan.
Pemilik :
Edy Syahputra
Alamat :
Jalan Sei Raya Dalam, Kompleks Mitra Indah Utama I Blok D.30,
Pontianak, Kalimantan Barat
Tahun :
2009
Arsitek & 3D Imager:
Riskie Hadi, S.T.
UNIT PELAYANAN KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Seperti layaknya sebuah kantor selalu menghadap ke arah jalan utama. Namun pada desain kali ini saya ditantang dengan ukuran site 18m x 75m dan memanjang kebelakang dan cukup sempit jika bangunan ini menghadap ke depan. Bagaimana caranya agar image kantor tetap tercipta walau tidak menghadap ke depan?
Drop-off dan lobi berada di tengah memotong simetris bangunan yang memanjang ke belakang agar akses tidak terlalu jauh baik dari depan maupun dari parkiran belakang. Bagian belakang site sebagai area parkir privat memiliki akses langsung ke bangunan untuk depan harus tetap melalui lobi agar memudahkan kontrol terhadap pengunjung.
Pada facade depan yang menghadap jalan, saya beri nuansa minimalis asimetris agar tidak monoton dan menyeimbangkan dengan area jalan masuk dan drop-off kendaraan. Permainan bidang vertikal horizontal yang maju mundur menegaskan bentuk bangunan. Saya tetap mengunakan atap limasan yang simpel dan tampak seperti melayang. Selain agar cocok dengan nuansa minimalis juga untuk mengatasi permasalahan bangunan tropispermainan warna yang monokrom mencitrakan formal dan minimalis.


Perang Itu Kejam
Beberapa malam yang lalu saya dapat merasakan betapa sengsaranya perang itu dan saya juga bersyukur bahwa bangsa Indonesia telah merdeka, terima kasih para pejuang. Walaupun di Indonesia tidak terlalu makmur dan sejahtera untuk masyarakat secara umum, masih banyak antri minyak tanah, gas dan lainya di era globalisasi seperti ini.
Selama ini saya hanya menyaksikan perang dari berita, terutama perang di jalur Gaza saat ini. Terjadi banyak sekali kehancuran, penderitaan yang belum berakhir. Korban anak-anak baik fisik maupun secara emosional. Saya mungkin tidak sanggup untuk menjalankan hidup di situasi perang seperti itu.
Banyak film perang bercerita tentang kepahlawanan seorang jendral ataupun pasukan yang sukses menyerang lawan dan membawa pulang kemenangan. Aksi-aksi berani dengan segala macam persenjataan canggih, dengan tambahan efek-efek yang memukau mata kita.
Namun malam itu saya menyaksikan film perang dari sisi yang sangat lain. Di Metro TV dalam rangkaian film internasional yang menerima perhargaan internasional juga tentunya. Berjudul ‘ Turtle Can Fly’, film dengan latar situasi perang di Irak dan dengan tokok utama anak-anak, bukan superhero. Anak-anak yang masih tidak mengerti apa yang terjadi pada negeri mereka.
Sebagian besar mereka telah kehilangan orang tua, bahkan lebih ironis lagi sebagian mereka juga kehilangan kedua kaki atau tangan akibat ranjau yang masih aktif. Apalagi secara emosional, tentu mereka sangat tertekan. Masa anak-anak yang penuh kebahagiaaan dan bermai-main tidak dapat mereka rasakan.
Saya tidak mempunyai kapabilitas untuk membahas isi film tersebut karena saya hanya penikmat film saja, tapi saya sangat mengapresisi film ini dan berfikir memang pantas film ini mendapat penghargaan internasional. Karena film ini bukan mencari keuntungan komersil seperti film lain yang hanya mengikuti pasar, tapi mereka punya sebuah idealisme untuk memaparkan sesuatu yang beda, sangat beda, namun merupakan fakta yang terjadi di lapangan.
Dari film ini saya dapat menagkap dan merasakan betul penderitaan perang itu, karena film ini dari perspektif korban perang bukan superhero yang tangguh. Apalagi dari sudut pandang anak-anak, mereka harus tetap berjuang untuk hidup walau tanpa orang tua bahkan tanpa sepasang kaki atau tangan atau bahkan tanpa tangan dan kaki. Ada juga tokoh yang optimis akan hidup mereka karena apa yang mereka perjuangkan. Disisi lain ada juga anak yang mengalami depresi, tidak dapat tahan untuk hidup dan putus asa.
Anak-anak selalu menjadi korban dari orang dewasa. Perperangan yang terjadi merupakan keegoisan para orang dewasa yang ingin memuaskan hawa nafsunya atas kekuasaan yang lebih luas lagi. Mereka berdalih semua itu demi generasi mendatang, namun pada kenyataannya apa yang terjadi malah merusak generasi mendatang dengan menyebabkan trauma berkepanjangan pada anak-anak. Anak-anak korban perang akan terus memiliki rasa dendam dan mereka akan terus melawan melawan, jika hal itu terus berlanjut kapan perdamaian dunia akan tercapai….mungkin dunia tidak akan pernah damai.
Saya harap semoga penderitaan korban perang akan cepat berakhir, dan saya juga ingin berterimakasih untuk para pejuang Kemerdekaan Indonesia, semoga mendapatkan kedamaian abadi di sana sebagai hasil dari keikhlasan perjuangan mereka. Amin
Biaya Jasa Arsitek Mahal ?
“Bang, kame’ nak bikin rumah ni, tapi kalau pake arsitek mahal ke?“ Seorang melayu Pontianak bertanya. “Emang kalo tak pake arsitek ngape? Same jak kan.” lanjutnya. Begitu tanggapan masyarakat awam, apa lagi di luar metropolitan seperti kota Pontianak, arsitek begitu asing bagi mereka. Walaupun ibu kota propinsi Kalimantan Barat ini telah berkembang cukup pesat, terutama di jalur komersil.
Di benak mereka (yang pernah dengar tentang arsitek), arsitek itu membangun gedung tinggi, atau bangunan yang besar seperti mall atau rumah, tapi rumah besar punya orang yang kaya tentunya. Jadi saat ingin membuat rumah, tidak terlintas sedikitpun untuk mengunakan arsitek.
Dalam kenyataannya arsitek menerima fee sesuai dengan yang mereka kerjakan, jadi jika rumah kecil pastinya tidak akan semahal merancang rumah besar. Desain arsitektur juga berbeda dengan desain interior. Arsitektur mendesain ruang secara umum yang diungkapkan dengan denah dan tampak luar bangunan.
Sedangkan desain interior lebih spesifik bagian ruang per ruang, misalnya desain interior kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi, pantry atau dapur. Pekerjaannya lebih detail mulai dari pola lantai, plafond, dinding, furnitur hingga pencahayaan dalam ruang tersebut.
Arsitek menawarkan berbagai cakupan jasa, mulai dari skala kecil, sedang dan besar. Skala kecil mencakup gambar arsitektural inti berupa denah, tampak dan potongan. Untuk skala sedang mencakup gambar arsitektural inti ditambah gambar kerja (gambar struktur) dan 3D eksterior. Sedangkan skala besar mencakup gambar arsitektural, gambar kerja, 3D eksterior, rencana anggaran biaya (RAB), gambar mekanikal elektrikal & plumbing serta jasa pengawasan pada saat pelaksanaan fisik.
Anda dapat memilih sesuai keinginan dan kemampuan anda, untuk rumah skala kecil cukup mengunakan jasa skala kecil sehingga biayannya juga kecil dan gambar tersebut digunakan untuk memperoleh IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Namun untuk anda yang ingin berinvestasi lebih tentunya pilihan optimal pasti dapat memuaskan anda.
Untuk harga, setiap arsitek baik secara individu, konsultan maupun studio menetapkan fee yang berbeda-beda. Pada umumnya mengunakan harga per m2 dari jumlah luasan rumah yang anda rencanakan. maupun persentase sekitar dua hingga sepuluh persen dari total biaya pembangunan rumah (dapat diketahui dari RAB, atau dihitung secara kasar berdasarkan harga pembangunan per m2 sesuai lokasi/kota).
Harga juga ditentukan oleh kompleksitas dari desain yang anda inginkan Mungkin anda mengira desain minimalis dapat diperoleh dengan biaya yang minimalis juga baik pada desain maupun pembangunannya. Prinsip awalnya seperti itu namun kenyataan dilapangan desain minimalis menuntut kerapian dan ketelitian maksimal sehingga biaya untuk finishing lebih besar. Dari sisi desain juga memerlukan detail yang lebih kompleks.
Namun anda dapat bernegosiasi dengan arsitek untuk menemukan win-win solution baik dari segi desain maupun biaya jasa arsitek tersebut. Apa yang anda pilih tentunya memiliki konsekuensi yang setimpal, dengan jasa arsitek anda akan memperoleh desain arsitektur atau interior yang anda idamkan, pilihlah arsitek yang profesional untuk investasi skala besar.
Jadi, “ Tak same rumah yang di desain arsitek same yang asal jadi jak. Kalau pake arsitek tu lebeh terencane, teros nanti’ nye pon kalau awak nak mengembangkanye lebeh mudah.”
Saya tidak bermaksud untuk mengajari atau mendikte anda di sini, hanya saling berbagi. Untuk anda yang memiliki pemahaman dan pengalaman yang lebih dapat berpartisipasi dan berbagi pada kolom komentar, saya sangat berterimakasih atas partisipasi anda.
Salam kie studio
Rumah, Rumah & Rumah
Saat ini anda memutuskan untuk memiliki sebuah rumah, bukan hanya sekedar deretan dinding beratap, tetapi yang memberikan anda rasa nyaman dan aman. Baik untuk anda yang masih single maupun sudah berkeluarga, perencanaan itu penting. Anda harus menimbang baik buruk dari keputusan anda, cari referensi yang banyak dan belajar dari pengalaman orang lain.
Saat ini anda masih single tapi berencana untuk mulai membangun rumah untuk tempat bernaung. Dari sebidang tanah yang anda miliki, anda telah membayangkan wujud rumah impian anda. Atau juga anda sudah berkeluarga, ingin berbagi kebahagiaan bersama dalam rumah anda sendiri.
Halaman depan yang hijau dan mobil berdiri rapi di carport. Disambut oleh pintu ganda berbahan kayu dan kaca es, lalu ruang tamu kompak dengan sofa lembut. Anda menaruh tas kerja anda di atas meja persegi di ruang tengah dan segera masuk ke kamar pribadi yang menghangatkan. Merebahkan badan menikmati jerih payah setelah seharian bekerja. Atau melihat buah hati anda sedang bermain dengan pasangan anda di ruang keluarga. Tentu senyum bahagia akan segera merekah dan keletihan seharian terbayar lunas.
Hal itu yang anda dambakan di rumah anda, sejuk, indah, kompak dan nyaman sehingga membuat anda dan keluarga betah berada di rumah. Tidak telalu sulit untuk dibayangkan karena berimajinasi membuktikan anda masih hidup. Tapi untuk sebagian orang mewujudkannya merupakan hal yang cukup sulit.

Belajar dari pengalaman orang lain, sebagian orang malah tidak memperoleh apa yang mereka dambakan setelah rumah mereka berdiri kokoh. Dalam tahap pembangunannya sering terjadi pembongkar karena merasa ada yang kurang atau tidak cocok. Pekerjaan bongkar pasang malah meningkatkan cost yang cukup tinggi dari rencana semula. Bahkan setelah ditempati masih ada yang kurang.
Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi pada anda. Anda telah menyiapkan dana untuk membangun rumah, tentunya tidak ingin biaya itu membengkak karena perencanaan yang kurang matang.
Selanjutnya anda harus memulai merencanakan rumah anda. Mulai dari ruang apa yang harus anda miliki dan seberapa besar, anda juga harus melihat kondisi luasan tanah anda. Apa mencukupi atau harus direncanakan lebih dari satu lantai. Untuk menentukan itu anda harus melibatkan semua orang yang akan hidup dan berkembang di rumah itu (pasangan dan buah hati tercinta).
Dalam membuat list ruang, anda harus mendahulukan kebutuhan anda dari pada keinginan. Karena kebutuhan merupakan hal pokok yang harus benar-benar terpenuhi, jika tidak terpenuhi maka akan selalu ada yang kurang. Sedangkan keinginan merupakan kepuasan yang dapat dipenuhi setelah hal inti terpenuhi.
Kebutuhan berhubungan dengan fungsi, ruang direncanakan sesuai fungsinya, walau dapat memiliki fungsi ganda sebagai upaya penghematan ruang. Ruang juga dapat diganti fungsi yang sesuai, tetapi sebisa mungkin hal dapat di proyeksikan/diperkirakan dalam perencanaan.
Keinginan dapat berupa gaya desain, lebih pada life style anda. Gaya yang anda tentukan dalam desain harus sesuai dengan gaya hidup anda. Anda yang suka dengan koleksi benda unik dan eksotik serta tradisional, tidak disarankan untuk memilih gaya minimalis yang clean, walaupun sedang tren karena anda akan merasa kurang cocok. Sedangkan anda yang simple dan to the point cocok untuk memilih gaya minimalis.
Tapi sekali lagi semua keinginan itu baru dapat anda penuhi jika perencanaan pokok telah anda lalui, karena proses itu penting untuk dijalani agar menghasilkan apa yang anda dambakan.
Anda dapat juga mengunakan jasa arsitek dari konsultan maupun studio desain. Mereka akan mendiskusikan dengan anda dan memahami apa kemauan anda dan selanjutnya dituangkan dalam desain arsitektur. Mereka juga dapat memproyeksikan kebutuhan anda di masa akan datang sehingga ada persiapan untuk perkembangan lebih lanjut. Setelah menemukan desain yang tepat maka proses pembangunannya meinimalisir sekecil mungkin terjadi bongkar pasang.
Bagi anda yang memiliki pemahaman dan pengalaman yang lebih dapat berpartisipasi dan berbagi pada kolom komentar, saya sangat berterimakasih atas partisipasi anda.
Salam kie studio





