Biaya Jasa Arsitek Mahal ?
“Bang, kame’ nak bikin rumah ni, tapi kalau pake arsitek mahal ke?“ Seorang melayu Pontianak bertanya. “Emang kalo tak pake arsitek ngape? Same jak kan.” lanjutnya. Begitu tanggapan masyarakat awam, apa lagi di luar metropolitan seperti kota Pontianak, arsitek begitu asing bagi mereka. Walaupun ibu kota propinsi Kalimantan Barat ini telah berkembang cukup pesat, terutama di jalur komersil.
Di benak mereka (yang pernah dengar tentang arsitek), arsitek itu membangun gedung tinggi, atau bangunan yang besar seperti mall atau rumah, tapi rumah besar punya orang yang kaya tentunya. Jadi saat ingin membuat rumah, tidak terlintas sedikitpun untuk mengunakan arsitek.
Dalam kenyataannya arsitek menerima fee sesuai dengan yang mereka kerjakan, jadi jika rumah kecil pastinya tidak akan semahal merancang rumah besar. Desain arsitektur juga berbeda dengan desain interior. Arsitektur mendesain ruang secara umum yang diungkapkan dengan denah dan tampak luar bangunan.
Sedangkan desain interior lebih spesifik bagian ruang per ruang, misalnya desain interior kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi, pantry atau dapur. Pekerjaannya lebih detail mulai dari pola lantai, plafond, dinding, furnitur hingga pencahayaan dalam ruang tersebut.
Arsitek menawarkan berbagai cakupan jasa, mulai dari skala kecil, sedang dan besar. Skala kecil mencakup gambar arsitektural inti berupa denah, tampak dan potongan. Untuk skala sedang mencakup gambar arsitektural inti ditambah gambar kerja (gambar struktur) dan 3D eksterior. Sedangkan skala besar mencakup gambar arsitektural, gambar kerja, 3D eksterior, rencana anggaran biaya (RAB), gambar mekanikal elektrikal & plumbing serta jasa pengawasan pada saat pelaksanaan fisik.
Anda dapat memilih sesuai keinginan dan kemampuan anda, untuk rumah skala kecil cukup mengunakan jasa skala kecil sehingga biayannya juga kecil dan gambar tersebut digunakan untuk memperoleh IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Namun untuk anda yang ingin berinvestasi lebih tentunya pilihan optimal pasti dapat memuaskan anda.
Untuk harga, setiap arsitek baik secara individu, konsultan maupun studio menetapkan fee yang berbeda-beda. Pada umumnya mengunakan harga per m2 dari jumlah luasan rumah yang anda rencanakan. maupun persentase sekitar dua hingga sepuluh persen dari total biaya pembangunan rumah (dapat diketahui dari RAB, atau dihitung secara kasar berdasarkan harga pembangunan per m2 sesuai lokasi/kota).
Harga juga ditentukan oleh kompleksitas dari desain yang anda inginkan Mungkin anda mengira desain minimalis dapat diperoleh dengan biaya yang minimalis juga baik pada desain maupun pembangunannya. Prinsip awalnya seperti itu namun kenyataan dilapangan desain minimalis menuntut kerapian dan ketelitian maksimal sehingga biaya untuk finishing lebih besar. Dari sisi desain juga memerlukan detail yang lebih kompleks.
Namun anda dapat bernegosiasi dengan arsitek untuk menemukan win-win solution baik dari segi desain maupun biaya jasa arsitek tersebut. Apa yang anda pilih tentunya memiliki konsekuensi yang setimpal, dengan jasa arsitek anda akan memperoleh desain arsitektur atau interior yang anda idamkan, pilihlah arsitek yang profesional untuk investasi skala besar.
Jadi, “ Tak same rumah yang di desain arsitek same yang asal jadi jak. Kalau pake arsitek tu lebeh terencane, teros nanti’ nye pon kalau awak nak mengembangkanye lebeh mudah.”
Saya tidak bermaksud untuk mengajari atau mendikte anda di sini, hanya saling berbagi. Untuk anda yang memiliki pemahaman dan pengalaman yang lebih dapat berpartisipasi dan berbagi pada kolom komentar, saya sangat berterimakasih atas partisipasi anda.
Salam kie studio